Home

Ideal atau tidak, fakta menunjukan bahwa Truk merupakan moda transportasi niaga utama di Indonesia. Terutama dibandingkan dengan; Kargo Pesawat, Kereta, Kapal Laut.

Jepang paling tidak berkontribusi dalam membangun fakta yang terjadi saat ini, hal ini dilihat dengan dominan-nya Truk merek Jepang dan semakin bertumbuhnya tingkat produksi kendaraan niaga tersebut.

Namun sayangnya infrastruktur dan juga sistem transportasi di Indonesia bergerak lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah armada Truk. Sehingga problem yang terjadi saat ini antara lain:

  1. Kemacetan akibat penuhnya ruas jalan oleh Truk yang berkecepatan Rendah.
  2. Truk yang overload dan juga tidak laik.
  3. Perang tarif sehingga kelaikan truk bukan merupakan prioritas

Teori

Idealnya, konon kata para ahli transportasi:

  1. Jika jarak jauh, sebaiknya menggunakan moda Rel Kereta atau Kapal Laut.
  2. Truk cocoknya untuk angkutan “Khusus” atau jarak dekat.

Tapi kondisi di Indonesia, dimana biaya transport perlu ditekan seminim mungkin, sehingga dari faktor investasi dan juga realibilitas maka Truk adalah jawaban yang utama.

Kedepannya Bagaimana?

Di 2015 ini muncul gagasan alternatif moda yang baru seperti:

  1. Kereta Cepat
  2. Tol Laut

Tapi dua moda di atas paling cepat baru terealisasi 2018 – 2019. Artinya masih ada 2-3 tahun lagi. Bagaimana industri Otomotif menyikapi hal ini, apakah mereka perlu menambah lini produksi Truk?

Mau atau tidak, Truk tetap menjadi pilihan utama bagi kebanyakan industri. Dan Pemerintah harus memperbaiki infrastruktur dan sistem untuk menata transportasi ini.

Perbaikan Infrastruktur

  1. Identifikasi daerah yang sering Macet akibat bottleneck Truk yang memenuhi ruas jalan.
  2. Membangun Jalur khusus Truk untuk by-pass antar Kota. Tidak bisa digabungkan dengan kendaraan pribadi dan angkutan penumpang. Contoh:
    1. Jalur by Pass dari arah Tangerang / Merak untuk ke arah Cikampek.
    2. Jalur dari Pelabuhan Laut langsung ke kawasan Industri di Cikarang, Tangerang.

Perbaikan System

  1. Penegakan disiplin dan kontrol untuk kendaraan yang sudah tidak laik dan juga over load.
  2. Penggunaan system Tracking berbasis GPS untuk monitoring kecepatan dan juga jadwal KIR.
  3. Pembatasan Usia Kendaraan Truk, maksimal 10 tahun.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s