Home

Sangat jelas bahwa marjin distribusi diperoleh dari selisih antara harga Jual dan harga Beli. Kemudian keuntungan distribusi diperoleh dari marjin tersebut dikurangi dengan biaya operasional.

Sebenarnya ada 2 hal yang menjadi key driver dari keuntungan distribusi:

  1. Marjin Distribusi
  2. Perputaran Modal Kerja.

Marjin Distribusi

Sederhana-nya:

  • Harga jual produk adalah 100 ribu Rupiah,
  • Harga beli 70 ribu Rupiah,
  • Maka marjin kita adalah 30%.
  • Kemudian dikurangi dengan biaya gudang, overhead, transportasi, yang kurang lebih adalah 20 ribu Rupiah per buah,
  • Maka keuntungan bersih dari penjualan senilai 100 ribu Rupiah adalah sebesar 10 ribu Rupiah.

Logikanya untuk meningkatkan keuntungan dari marjin distribusi, bisa dilakukan dengan cara:

  1. Menaikan harga Jual
  2. Menekan harga Beli
  3. Menekan biaya operasional: Gudang, Transport, Karyawan, dan overhead lainnya.

Perputaran Modal Kerja

Seringkali dalam bisnis Distribusi, banyak yang hanya fokus kepada pengelolaan marjin distribusi. Sementara ada hal lain yang juga memiliki kontribusi dalam peningkatan Keuntungan Distribusi yaitu dengan meningkatkan Perputaran Modal Kerja. Bagaimana cara kerjanya?

Ilustrasi umum:

  1. Jika Omset penjualan dalam 1 bulan adalah 1 Milyar, umumnya pengusaha akan menyiapkan persediaan / stok sebesar 1 bulan juga.
  2. Dengan marjin distribusi 30% dan biaya operasional adalah 20%, artinya pengusaha akan menyiapkan dana sebesar 900 juta Rupiah.
  3. Asumsikan pembelian ke Supplier harus Cash dan penjualan ke Customer juga berupa Cash.
  4. Artinya, untuk menghasilkan pendapatan 1 Milyar Rupiah, maka pengusaha harus mempersiapkan dana sebesar 900 juta Rupiah.

Mempercepat Perputaran Modal Kerja:

  1. Asumsikan bahwa Supplier bisa menyediakan barang maksimum 1 minggu hingga tiba di gudang kita.
  2. Ketimbang mempersiapkan persediaan / stok sebesar 1 bulan, maka kurangi menjadi 2 minggu saja.
  3. Artinya dana yang perlu disiapkan di awal bulan hanya menjadi:
    1. Biaya stok : 350 juta Rupiah
    2. Biaya operasional : 200 juta Rupiah
    3. Total 550 juta Rupiah.
  4. Untuk saat ini anda hanya membutuhkan dana 550 juta Rupiah, ketimbang menyiapkan dana sebesar 900 juta Rupiah. Artinya ada dana sebesar 350 juta Rupiah yang belum terpakai.
  5. 1 minggu kemudian, terjadi penjualan sebear 250 juta Rupiah.
  6. Uang tersebut kemudian anda gunakan untuk melakukan pembelian persediaan / stok untuk keperluan 1 minggu kedepan yaitu 70%x 250 juta Rupiah = 175 juta Rupiah.
  7. Dan demikian untuk minggu berikutnya.

Apa yang bisa digunakan dari sisa Modal Kerja tersebut?

Saat ini anda memiliki dana tidak terpakai sebesar 350 juta Rupiah, yang bisa digunakan untuk:

  1. Menambah cabang operasional
  2. Menambah lini produk usaha / dagang

Dengan meningkatkan perputaran modal kerja, anda bisa melakukan ekpansi usaha lebih agresif yang pada akhirnya meningkatkan total omset penjualan dan juga nilai keuntungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s