Home

Tidak seperti negara-negara tetangga, dimana tiap retailer memiliki perencanaan inventory yang bagus. Mungkin karena kebanyakan sudah tergolong “Modern”. Di Indonesia, retailer kebanyakan bersifat tradisional. Retailer tidak memiliki sistem perencanaan stok yang layak. Akibatnya, pemesanan selalu dilakukan tiba-tiba. Memang keunggulannya adalah retailer tidak perlu menyimpan stok yang besar. Retailer banyak mengandalkan para supplier / distributor yang hingga saat ini bersedia untuk melayani permintaan dengan cepat.


Negara-negara seperti Filipina, Malaysia, dan mungkin di beberapa negara ASEAN lainnya, Lead time pengiriman bisa mencapai 3 – 7 hari. Sehingga Supply Chain disana bisa memotong biaya untuk transportasi, karena pengiriman terencana yang lebih efisien.

Saya melakukan survey di sejumlah retailer disini mengenai ekspektasi retailer terhadap supplier / distributor terkait pemenuhan pesanan, hasil yang diperoleh antara lain:

  1. 75% lebih retailer masih mengharapkan pengiriman yang lebih responsif. Ini untuk kategori retailer tradisional. Sedangkan yang tergolong “modern”, sudah memiliki jadwal tertentu. Responsif yang dimaksud yaitu pengiriman pada hari yang sama atau paling tidak hari setelahnya.
  2. Retailer tidak mengharapkan penimbunan stok, terutama yang tergolong slow moving. Bahkan untuk fast-moving, mereka berani untuk tidak menyimpan stok yang berlebih. Mereka berharap dengan adanya stok di supplier, maka ketersediaan di gudang retailer dipastikan aman.

Hal tersebut bisa dimaklumi, karena saat ini ragam produk demikian banyaknya dan terus bertambah dari hari ke hari. Sementara gudang yang dimiliki tidak juga bertambah, demikian juga dengan jumlah petugas gudangnya.

Fenomena menarik ini sepertinya merupakan trade-off antara biaya inventory dan biaya transportasi. Edukasi terhadap retailer juga tidak mudah, kecuali dengan jalan me-modern-kan mereka. Namun jika melihat basis pasar di Indonesia dimana 70%an masih didominasi oleh pasar tradisional, tentunya Supply Chain yang dirancang pun tidak bisa bergaya modern.

Tantangannya adalah bagaimana menyusun rantai pasokan yang cocok dengan gaya tradisional namun tetap mengedepankan efisiensi biaya. Beberapa contoh dasar yang bisa diterapkan antara lain:

  1. Penyusunan Shift Pengiriman. Jika memiliki armada sepeda motor, jangan khawatir terhadap biaya bensin. Masih tergolong relatif murah bahkan untuk melayani area yang jauh-jauh. Fokus-kan pada waktu pemenuhan yang dijanjikan. Yang terpenting, box motor tidak kosong. Tentunya harus dilihat dari produknya, jika yang diantarkan adalah makanan matang seperti McD, Bakmi GM, dsb… Konsep Full Truck Load ini agak sulit diterapkan. Tapi yang dibahas disini adalah bisnis yang melayani retailer, jadi efisiensi bisa diperoleh ketika mencapai kondisi Full Truck Load.
  2. Tidak membiarkan armada menganggur. Lebih baik diatur jadwal jam kerja dari tiap ekspedisi. Jadwal sibuk pengantaran hanya terjadi di waktu tertentu, misalnya di mulai dari jam 10.00 hingga jam 15.00 tapi lebih sedikit pengantaran yang dilakukan di jam 08.00 pagi ataupun jam 17.00.
  3. Menggunakan 3rd Party Transporter mungkin lebih baik, asalkan perhitungan berbasis titik pengantaran bukan atas dasar volume atau nilai barang. POS Indonesia saat ini juga menyediakan layanan customized serupa dengan biaya yang relatif murah dan service level yang baik, namun ada juga beberapa vendor lain yang bisa dipertimbangkan. Namun untuk melakukan outsourcing seperti ini perlu diperjelas aturan main dan juga tata cara serah terima. Karena menyangkut nama baik dari pengirim.

Karena masih menjadi “Primadona” bagi industri ini, maka menjadi excel dalam hal ini merupakan nilai tambah tersendiri. Pada akhirnya dalam bisnis yang dicari tidak semata hanya “low-cost”, melainkan juga “kenyamanan” dalam bermitra. Dan ini akan mendorong siapapun yang mengedepankan “service” / layanan sebagai “Partner of Choice”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s