Home

Salah satu masalah utama distribusi adalah modal kerja, terutama jika cakupan distribusi cukup luas meliputi keseluruhan provinsi di Indonesia. Logikanya cukup sederhana: Misalnya saja total penjualan dalam satu bulan adalah 100 milyar, maka berapa stok yang harus disediakan untuk menghasilkan penjualan tersebut? Idealnya distribusi memiliki stok paling tidak sebesar satu bulan penjualan juga. Artinya stok yang harus selalu tersedia bagi distribusi dari awal bulan hingga akhir bulan adalah sebesar 100 milyar. Sehingga 100 milyar tersebut merupakan modal yang harus dimiliki di awal. Syukur jika pemilik produk atau principal memberikan kelonggaran pembayaran hingga 30 hari atau bahkan 60 hari. Artinya distributor tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkan stok senilai 100 milyar, karena boleh dibayar 60 hari kemudian. Artinya ada waktu 60 hari bagi distributor untuk mendapatkan uang dari hasil penjualan tersebut. Karena sebagai distributor, umumnya pelanggan yang bersifat retailer pun juga tidak membeli dengan cara tunai. Retailer pun menuntut pembayaran secara kredit, dan waktunya bervariasi ada yang 7 hari, 21 hari, 30 hari, atau bahkan 60 hari juga.

Dengan kata lain, jika jumlah stok yang tersedia di distributor ditambah stok yang ada di retailer yang belum terbayarkan lebih besar dibandingkan dengan toleransi hutang ke principal, maka disitulah distributor membutuhkan Modal Kerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s