Home

Distribusi retail memiliki keuntungan tersendiri dari sistem pengelolaan operasional. Untuk mendapatkan nilai transaksi yang besar, maka distributor cukup mengandalkan pada retailer-retailer yang sudah terdaftar dengan jumlah terbatas dan memang menjadi pelanggan rutin. Berbeda dengan bisnis retailer itu sendiri, dimana pelanggannya sangat luas dan belum tentu menjadi pelanggan rutin. Namun dengan keuntungan tersebut, nampaknya belum banyak yang memanfaatkan pengelolaan operasional seperti kebanyakan praktek dalam model B2B / Business Market / Business to Business.

Kondisi Kebanyakan Saat Ini

Dalam industri B2B, para Vendor dalam mengelola operasional bisnisnya diatur terlebih dahulu dalam kontrak kerja sama dengan pelanggannya yang berlaku untuk periode tertentu. Dalam kontrak tersebut umumnya juga diatur mengenai tata cara pembayaran yang terjadwal dengan toleransi maupun penalty tertentu. Hal ini bisa terealisasi karena entitas bisnis / organisasi memiliki tingkat keamanan transaksi yang lebih baik. Keberadaannya memiliki jaminan tertentu.

Walaupun model B2B di atas juga terjadi antara distributor dengan para principalnya, namun model tersebut masih belum banyak diterapkan antara distributor dengan retailer. Hanya retailer yang menggunakan konsep “Modern Market” yang justru mempersyaratkan adanya kontrak kerjasama terlebih dahulu, terutama terkait dengan sistem pembayaran yang disepakati.

Jumlah customer dari Distributor juga tidaklah sedikit, namun juga tidak bisa dikatakan banyak. Jumlahnya masih dapat dihitung, karena customer tersebut didaftarkan terlebih dahulu dan sudah melewati proses verifikasi. Misalnya customer distributor bisa mencapai 20.000 pelanggan, bagaimana distributor saat ini pengelola sistem pembayarannya?

Sepertinya untuk menangani customer-customer yang sifatnya “Traditional”, maka transaksi pembayarannya pun juga masih dilakukan secara tradisional. Bagi customer yang memiliki bisnis yang cukup besar, mereka sudah menerapkan sistem pembayaran yang terjadwal misalnya pada hari tertentu atau berapa kali dalam satu bulan. Namun tetap saja hal tersebut masih ada indikasi tidak efektif dan juga tidak efisiensi dalam operasional pembayaran.

Pembayaran tidak Efektif dan Efisien

Saat ini kebanyakan distributor menerapkan sistem penagihan berbasis pada tanggal penerbitan Faktur. Dimana Faktur terbentuk untuk tiap pemesanan atau pengantaran yang dilakukan oleh distributor. Jika dalam satu bulan ada 10 Faktur dalam 10 hari berbeda, maka bisa terjadi 10 kali aktivitas penagihan. Penagihan yang dimaksud disini adalah pembayaran yang tidak dilakukan secara COD (Cash on Delivery), namun pembayaran secara kredit misal 7, 14, 21, 30 hari, dst.

Jika dalam satu bulan terdiri dari 100.000 Faktur, maka bisa dibayangkan dalam satu bulan terdapat 100.000 penagihan yang artinya membutuhkan berapa banyak collector. Sementara menagih sebenarnya bukan aktivitas yang bernilai tambah, karena pembayaran merupakan tanggung jawab dari customer. Hanya saja situasi industri di Indonesia saat ini, terutama yang tergolong retail tradisional masih diperlukan peranan collector.

Mekanisme Pembayaran Modern

Terima kasih dengan keberadaan Kartu Kredit yang sudah muncul bertahun-tahun yang lalu, sehingga bagi konsumen individual tidak perlu direpotkan untuk pengeluaran tunai untuk tiap transaksi. Transaksi dengan kartu kredit pun aman bagi kedua belah pihak, dan sangat bijak dalam mengelola keadilan dalam bertransaksi.

Distributor di Indonesia seharusnya bisa memulai konsep yang sama. Sebagian besar industri seharusnya sudah memiliki kartu kredit, atau paling tidak menjadi nasabah perbankan. Sehingga model transaksi seperti kartu kredit juga bisa diimplementasikan dalam operasional distribusi.

Mengapa Harus Sistem Kartu Kredit?

Transaksi aman dan mudah. Aman karena collector tidak perlu membawa tunai dari customer untuk disetor ke kantor ataupun ke bank. Mudah karena penagihan hanya dilakukan sekali dalam periode yang sudah disepakati. Selain itu juga adil, jika terjadi keterlambatan pembayaran maka dapat dikenakan biaya bunga. Bagi customer sendiri memberi keuntungan, karena tidak perlu membayar tunai karena memiliki fasilitas kredit hingga 30 hari.

Bagaimana Memulai?

Yang pasti customer dari para distributor harus diedukasi terlebih dahulu. Para distributor yang bersaing jika perlu bertemu untuk membuat kesepakatan bersama soal model transaksi seperti ini. Sehingga para retailer merasa bahwa tuntutan seperti itu merupakan perubahan yang harus diikuti.

Perbankan perlu melihat model ini sebagai peluang yang besar. Sehingga perbankan perlu aktif dan melakukan edukasi kepada para distributor dan retailer untuk menjelaskan benefit penggunaan transaksi melalui fasilitas perbankan dalam hal ini kartu kredit.

Penutup

Dengan pemaparan di atas, maka sudah waktunya tiap insan bisnis memanfaatkan fasilitas teknologi yang tepat untuk mencapai pengelolaan operasional yang efektif dan efisien. Investasi yang tidak akan sia-sia dan dapat memberikan keuntungan secara jangka panjang. Apakah anda siap menjadi “Channel Steward”?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s