Home

Berulangkali pernyataan peran distribusi di masa depan akan terus digulirkan. Karena memang suatu saat distribusi tidak lagi “exist” secara fisik organisasi, melainkan bersifat virtual. Dimana persaingan semakin ketat, sehingga dari tiap produk dituntut adanya efisiensi dan inovasi maka fungsi-fungsi yang tidak bernilai tambah seperti “perpindahan barang” benar-benar perlu dipangkas.

Peran Distribusi

Solusi distribusi tidak dalam jangka waktu yang terlalu lama akan muncul. Bentuknya adalah bukan melalui variable cost berupa komisi, melainkan variable cost berupa volume transaksi. Physical Distribution akan semakin dekat dengan penyedia layanan logistik. Sementara “Sales Distribution” akan menjadi satu bidang industri yang baru yang lebih ramping namun sangat produktif.

Produktif karena satu-satunya yang menjadi fokus kompetensinya adalah memastikan produk milik principal tersedia di retailer-retailer yang paling dekat dengan konsumen. Sehingga kekuatannya adalah pada account management, customer relationship, dan teknologi informasi.

Outsourcing Physical Distribution

Third Party Logistic (3PL) harus siap menangkap peluang-peluang transaksi retail namun sangat banyak. Sebutlah Fedex, DHL, TNT, Tiki, Pos Indonesia, dsb perlu menambah lini kompetensinya dalam bidang “dedicated/ad hoc” physical distribution. Dimana kompetensi Good Distribution Practice menjadi syarat mutlak. GDP merupakan syarat yang canggih namun tidak sulit untuk dicapai.

Distribusi 3PL tidak berhenti pada pengiriman “barang”, tapi juga memberikan solusi “penerimaan pembayaran”. Untuk ini 3PL perlu bekerja sama dengan industri Banking yang memungkinkan terjadinya solusi “setoran mobile” yang berupa Cash, Giro, Cek, dsb.

Distribusi, Peluang Industri yang Inovatif

Merupakan salah satu industri yang vital, sehingga tidak akan mudah jatuh. Namun dengan meningkatnya persaingan maka diperlukan solusi distribusi yang inovatif. Sehingga bisa dipertimbangkan untuk memisahkan peran “physical” distribution dengan “sales” distribution. Letak Efisiensinya adalah dengan cara:

  1. Merubah biaya distribusi fisik yang semula bersifat variable cost komisi, menjadi variable cost transaksi. Artinya jika selama ini principal membayar distributor dengan komisi 10% dari nilai produk, konsep tersebut dirubah menjadi Biaya Kirim dari Principal ke Retailer berdasarkan hitungan volume. Dengan konsep pembiayaan yang demikian, maka biaya distribusi fisik bisa lebih ditekan karena peningkatannya hanya berdasarkan dari volume fisik bukan dari persentase nilai barang. Hal ini yang dikerjakan oleh 3PL dengan fungsi “Physical Distribution”.
  2. Untuk memastikan produk principal tersedia hingga retailer yang paling dekat dengan konsumen, maka disinilah peran “Sales Distribution”. Merupakan organisasi sales yang sangat ramping dengan kompetensi utama dalam hal account management, customer relationship, dan information technology. Peran ini tidak akan bisa digantikan oleh 3PL sekalipun, karena ini yang menjadi inti proses bisnis distribusi sebenarnya.
Pemisahan fungsi tersebut bagi principal akan mencapai sasaran:
  1. Biaya distribusi yang lebih efisien.
  2. Coverage produk yang lebih luas dan dikelola dengan fokus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s