Home

Seperti kebanyakan praktek-praktek pengadaan di Pemerintah Daerah, pengadaa obat di beberapa RSUD hingga saat ini masih menggunakan sistem tender. Walaupun secara pengadaa mungkin sesuai dengan ketentuan untuk meminimalkan tingkat korupsi, tapi tahukah anda bahwa ini praktek yang tidak efisien. Akibatnya ongkos yang dikeluarkan pemerintah bisa jadi jauh lebih mahal. Dimana letak inefisiensi ini?

Dalam rangka penanggulangan Korupsi di negeri ini, maka pemerintah menetapkan bahwa pengadaan di atas 50juta harus melalui mekanisme tender, atau tidak boleh penunjukkan langsung. Praktek ini efektif jika barang yang diorder bersifat investasi / proyek. Tapi jika untuk kebutuhan konsumsi, benarkah perlu mekanisme tender juga? Apakah pemerintah sudah mengetahui sistem distribusi obat di Indonesia. Tapi sepertinya tidak..

Dampak dari mekanisme tender adalah Rumah Sakit membutuhkan gudang untuk kebutuhan satu tahun. Lebih besar dari yang dibutuhkan, ini faktor inefisiensi yang pertama. Kedua RSUD memiliki dampak kerugian jika produk tersebut ternyata tidak terpakai, akibatnya obat expired dan tidak bisa diganti. Karena saat Tender pemerintah daerah sudah sangat menekan harga dari pabrikan, akibatnya pabrikan pun tidak memperbolehkab terjadinya retur.

Karena membutuhkan gudang yang besar, pemerintah tidak hanya membutuhkan gudang yang besar, tapi juga modal kerja yang besar. Kenapa? Karena seluruh pembelian kebutuhan satu tahun dilakukan dalam satu waktu. Jika total demand butuh dana 1 milyar setahun, maka pemda langsung mencairkan senilai 1 milyar. Padahal dalam praktek bisnis, RSU bisa mengatur model kerja. Jika demand tersedia senilai 1 milyar, mungkin kebutuhan pembelian hanya perlu 100 juta atau hanya sepersepuluh. Manfaatnya, duit tidak perlu keluar banyak, kedua RSU bisa mengelola stok lebih baik. Barang yang slowmoving tidak memiliki stok berlebih, begitupula dengan yanh fast moving.

Tapi sepertinya sulit menembus kebiasaan ini. Ya begitulah pemerintah ini. Mudah2an segera tersadarkan dan efisiensi bisa tercapai.

About these ads

2 thoughts on “Pengadaan Obat di Rumah Sakit Daerah yang Tidak Efisien

  1. saya sangat setuju dengan pendapat penulis
    pengadaan obat dengan cara tender sangat tidak efisien karena sangat beresiko obat expired,selain itu juga membutuhkan gudang yang cukup luas.
    sebenarnya PEMDA juga diringankan bebannya jika RSUD melakukan sistem swa kelola dengan revolfing fund.
    di RS tempat saya bekerja dalam setahun membutuhkan dana pengadaan obat sekitar 8 milyar,pertanyaannya sanggupkah PEMDA menyediakan dana sebesar itu????sedangkan selama ini kami hanya membutuhkan uang tidak lebih dari 600jt untuk sistem revolfing fund dan seterusnya tidak pernah minta dana lagi dari PEMDA. selama ini juga sangat minim adanya obat ED dan sangat minim resiko kekosongan obat.
    Yach semoga pemerintah segera sadar akan hal ini dan ada tindak lanjut dalam bentuk undang-undang sebagai “payung” untuk pekerjaan kita.
    Terimakasih

  2. Sebetulnya pengadaan ( delivery) obat tidak harus sekaligus sehingga membutuhkan gudang yg besar, tetapi bisa secara berkala, asalkan kontraknya menggunakan KONTRAK HARGA SATUAN, dimana yg mengikat adalah Harga Satuan per item dan masa kontrak. Volume obat dan harga total/plafond anggaran masih merupakan asumsi atau Maximal Jumlah Harga kontrak.
    Permintaan pengiriman obat bisa dilakukan sesuai kebutuhan pada waktu tertentu dan pembayaran dilakukan sesuai jumlah barang/obat yang telah diserahkan. Sehingga stok jenis dan jumlah obat sesuai dengan kbutuhan saat itu dan tidak berlebihan
    Mengenai obat yg ED, Hal tsb harusnya sdh tertuang dalam kontrak, ttg keadaan/spesifikasi obat yang akan diserahkan. dan seharusnya Tim verifikasi bisa bekerja dng baik, yaitu dgn menolak obat yg sdh sampai EDnya atau yg EDnya hampir sampai. sehingga obat yg diterima hanya yg punya ED panjang dan .
    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s